Thursday, March 29, 2012 |

SINETRON KENAIKAN HARGA BBM ARTISNYA PEMERINTAH




Hari ini kamis, 29 Maret 2012, kurang dari tiga hari lagi keputusan kenaikan harga BBM ketuk palu. Lagi seru nih banyak demo sana-sini menolak kenaikan harga BBM, simak yuk!
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang direncanakan pada April hanya kamuflase dari kebijakan pemerintah yang pro kepada asing. Hal itu tampak antara lain dari Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang memberikan keleluasaan kepada pihak asing untuk menguasai aset alam Indonesia, yakni melalui kontrak karya.
"Alasan di balik kenaikan harga BBM, yakni untuk mengurangi beban subsidi APBN, hanyalah justifikasi atas ketakberdayaan pemerintah menghadapi asing," katanya. Kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM dengan demikian adalah imbas dari amburadulnya aturan perminyakan di dalam negeri.
"Saat ini 88 persen pengelolaan minyak dan gas bumi ada di tangan asing, dan hanya 16 persen yang dikuasai dalam negeri. Kondisi ini tak membawa manfaat bagi rakyat," katanya.
Unjuk rasa anti-kenaikan harga bahan bakar minyak yang melibatkan massa dalam jumlah besar terjadi di sejumlah tempat di Indonesia, Senin (26/3). Unjuk rasa besar diperkirakan akan terjadi lagi pada Selasa ini dan akan terus berlanjut sampai Kamis.

Artis pun keluar layar
Menurut dia, Presiden menyadari, di alam demokrasi saat ini, unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi merupakan keniscayaan. Meski demikian, Presiden meminta unjuk rasa dijaga dalam batas kepatutan dan menghindari tindakan anarkistis.
Naik atau tidaknya harga BBM akan diputuskan melalui mekanisme voting atau suara terbanyak. Saat ini, ada 560 anggota DPR RI. Jika dihitung secara matematis, maka suara pendukung kenaikan harga BBM (anggota koalisi pemerintah) bisa menang telak jika kompak.
Pengamat Politik M Qodari berpandangan, peta politik dalam koalisi pendukung pemerintahan akan diuji di paripurna mendatang. "Saya kira PDI-P, Gerindra, dan Hanura tetap akan menolak," kata Qadari, Rabu (28/3/2012).
Sebaliknya, anggota koalisi, yakni Demokrat, PAN, dan PKB diperkirakan akan solid mendukung kenaikan harga BBM. "Yang belum jelas sikapnya adalah PKS, Golkar, dan PPP," imbuhnya.
Meski begitu, Qodari menduga PKS cenderung bergabung dengan pihak yang menolak kenaikan harga BBM. Sebaliknya, Golkar dan PPP bergabung dengan pihak yang setuju. "Kalau ini yang terjadi, kubu menolak akan kalah. Karena, gabungan kursi PDI-P, Gerindra, Hanura, dan PKS out numbered," jelas Qodari. Kecuali, tutur Qodari, ada kejutan dari Golkar dan PPP. "Inilah dua parpol yang akan jadi penentu!" tukasnya.
Dengan kata lain, jika Golkar atau PPP berada satu barisan menolak kenaikan harga BBM dalam voting di paripurna, maka harga BBM tidak jadi naik. "Kami berharap PKS konsisten, dan kemungkinan Golkar juga menolak kenaikan harga BBM. Slogannya kan, suara Golkar suara rakyat. Kami optimistis, ketika voting dilakukan beberapa fraksi lain akan mengarahkan anggotanya untuk bersikap sesuai nurani rakyat," beber Saleh.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menolak alasan pemerintah bahwa penambahan subsidi BBM akan memperberat beban APBN. Menurut partai tersebut, yang memperberat APBN justru belanja pemerintah sendiri.
Menurut Dolfie OFP, anggota Badan Anggaran Fraksi PDI-P, pemerintah beralasan bahwa dengan menaikkan harga BBM Rp 1.500 per liter, maka akan ada penghematan sebesar Rp 53 triliun. Namun, jumlah penghematan pada akhirnya dipakai juga untuk biaya belanja pemerintah. "Kalau opsi yang kami pilih, kami tidak menambah belanja pemerintah. Ini kita pakai untuk tambah subsidi. Rp 53 triliun penghematan itu uang rakyat. Disebutkan Rp 30 triliun untuk kompensasi dan Rp 23 triliun untuk belanja pemerintah. Itu kan uang rakyat. Adil enggak politik yang kayak gini? Ini bagi kami tidak adil. Oleh karena itu, kami menolak opsi satu," ujar Dolfie di ruang Fraksi PDI-P, Selasa (27/3/2012).
"Pemerintah silakan beralasan, tapi kami berpihak kepada rakyat. Oleh karena itu, kami melihat kalau memang pemerintah mengatakan, situasinya agak genting secara perekonomian, langkah pertama yang harus perhatikan ya rakyat, bukan rakyatnya yang dikorbankan," pungkasnya.

Nah seru kan sinetronnya, tenang saja sepanjang hayat hidup manusia, sinetron kek gini gak akan habis kok. Selama perut masih menghadap kedepan, selama itu juga manusia akan mencari alasan untuk memenuhi kebutuhan perutnya sendiri atau golongannya. Liat aja nanti bakalan banyak lagi problem yang dibuat pemerintah hadiah untuk rakyatnya. Spesial dia aja yang bisa buat problem kan dia wakil kita, kita wong kecil nurut aja.
Meski BBM Naik, hidup makin sulit?! Udah tahu banyak rakyatnya orang kecil pemerintah tetep menaikan harga BBM juga, apa kata dunia?

Sumber: kompas.com
Tuesday, March 27, 2012 |

Rencana Kenaikan BBM:Langkah Sempurna Pemiskinan Rakyat



Rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali digulirkan pemerintah tahun ini, setelah 4 tahun lalu pemerintah menaikkan harga BBM. Jika kita hitung-hitung akumulasi kenaikan BBM selama periode kepemimpinan SBY telah mencapai 200 persen. Suatu kenaikan yang sangat fantastis. Sementara resep bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp. 100.000 adalah bersifat sementara untuk memperlambat makin penderitaan rakyat.
Pemerintah dengan berbagai alasan melalui iklannnya dimedia massa (24/05) menyatakan bahwa akibat kenaikan harga BBM ditingkat internasional tidak dapat dihindari untuk menaikan harga di nasional, demikian juga bahwa harga BBM di Indonesia masih terlalu rendah. Padahal nyatanya harga BBM kita tidak terlalu murah. Jika dibandingkan dengan Malaysia Rp 5.310/liter. Rata-rata pendapatan per kapita di Malaysia sekitar 4 kali lipat dari negara kita.
Pada tahun ini rencana  kenaikan harga BBM disebabkan karena naiknya harga minyak mentah duniai, dari USD 69.5 menjadi USD 105 per barel, sehingga pemerintah mengasumsikan beban subsidi BBM dalam APBN semakin besar dan hingga mencapai 126,59 triliyun.
Alasan lain dari Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral menyatakan bahwa hal ini merupakan langkah menuju Indonesia bebas subsidi BBM pada tahun 2014, dengan alasan bahwa dengan harga mahal, maka orang akan “terpaksa” untuk menghemat BBM (www.bphmigas.go.id).
Menurut Ketua Departemen Politik Hukum dan Keamanan Serikat Petani Indonesia (SPI), Agus Rully Ardiansyah, rencana pembebasan subsidi BBM ini sejalan dengan kepentingan modal internasional dalam mendorong agenda liberaliasi sektor energi di Indonesia.
Menurut Rully, kebijakan ini ditujukan  kepada para pemilik modal dan korporasi internasional untuk mendominasi sektor energi nasional dari hulu ke hilir. Dalam rangka itu, sudah sejak jauh-jauh hari pula, melalui penerbitan UU No. 22/2001 tentang minyak dan gas bumi, pemerintah berupaya agar harga BBM secara legal diserahkan kemekanisme pasar.
“Kebijakan menaikkan harga BBM bukan sekedar merespon situasi ekonomi global belaka.Namun tidak lepas dari penerapan sistem ekonomi neoliberal  di mana di seluruh sendi kehidupan masyarakat akan diliberalisasi dan diprivatisasi untuk memenuhi kebutuhan mekanisme pasar. Walau akhirnya Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan bahwa kebijakan diatas adalah bertentangan dengan Konstitusi UUD 1945, namun dalam prakteknya pemerintah tidak melaksanakan keputusan MK ini,” tegas Rully.
Alasan pengguna BBM adalah orang kaya terbalik dalam logika data dari Susenas BPS menunjukkan bahwa 65 persen bensin ternyata dikonsumsi oleh masyarakat kelompok miskin dan menegah bawah (pengeluaran per kapita< 4 dollar AS). Termasuk di dalamnya (29 persen) dikonsumsi oleh kelompok miskin (pengeluaran per kapita< 2 dolar AS). Sementara kelompok rumah tangga menengah atas dan kaya, atau rumah tangga dengan pengeluaran US$ 40 keatas hanya mengkonsumsi 8 persen dari seluruh bensin.
“Tidak bisa dibayangkan betapa makin berat beban masyarakat kelompok miskin dan menengah kebawah, jika awal April ini BBM kembali  dinaikkan. Sementara dampak Krisis ekonomi 2008-2010 sudah membuat rakyat semakin terpuruk dalam kemiskinan, kelaparan dan juga menyebabkan adanya peningkatan konflik agraria,” ujar Rully.
Oleh karena itu menurut Rully sangatlah gegabah bila Menko Perekonomian Hatta Rajasa bahkan berani mengatakan bahwa kenaikan BBM ini tidak akan merugikan masyarakat, dan bahkan subsidi yang diberikan untuk BBM ini bisa dialihkan untuk kepentingan masyarakat tidak mampu. Bagi petani, kenaikan harga BBM artinya juga kenaikan biaya produksi. Bagi petani kecil penyewa lahan, setidaknya biaya produksi selain benih dan pupuk juga meliputi harga sewa tanah, sewa traktor dan pompa air.
Pengalaman di tahun 2008, sewa tanah di Cirebon Jawa Barat naik 100%, yaitu dari Rp. 5 juta/ha/tahun menjadiRp. 10 juta/ha/tahun. Demikian juga pengolahan hasil panen seperti usaha penggilingan padi dan ongkos angkut atau transportasi.
“Misalnya Sebuah traktor tangan berkekuatan 8.5 PK membutuhkan solar sebanyak ±18 liter/ha sekitar Rp. 81.000 untuk pengolahan lahan sampai siap tanam yang memerlukan waktu ± 18 jam. Saat ini rata-rata sewa traktor antara Rp 400.000 hingga Rp 500.000 per hektar. Belum lagi bagi petani penyewa bias dipastikan sewa tanah akan naik. Artinya semua kenaikan ini akan dibebankan kepada petani, seperti yang sudah terjadi sebelumnya ditahun 2008 lalu,” jelas Rully.
Dampak rencana kenaikan BBM saat ini sudah dirasakan di beberapa daerah. Di Ponorogo bahkan petani yang ingin membeli solar dalam jumlah yang cukup besar tersebut untuk traktor dan perontok padinya harus mendapatkan surat ijin dari kepala desa. Hal ini karena dikhawatirkan bahwa petani akan menimbun bahan bakar menjelang kenaikan ini, mengingat solar dan BBM lainnya mulai sulit didapat seperti yang diungkapkan Ruslan, Ketua DPW SPI JawaTimur.
Sementara itu, skema kompensasi BBM seperti BLT hanya menjadi “pemanis” sementara dan tidak akan sanggup membantu masyarakat miskin dan menengah kebawah. Lagi pula BLT bukanlah proses pembangunan yang berkelanjutan bagi rakyat. Seperti pengalaman kenaikan bertahap BBM tahun 2005 dilanjutkan dengan kenaikan tahun 2008, hal ini hanya menjadi “pemanis” sementara di awal kenaikan BBM namun kedepannya akan menjerat rakyat dalam kemiskinan.
Didikte Bank Dunia
SPI menilai kenaikan harga BBM ini merupakan hasil dari asistensi langsung Bank Dunia. Hal ini terungkap dalam dokumen utang pemerintah Indonesia kepada Bank Dunia pada program energy and mining development, Loan No. 4712-IND mulai tahun 2003 hingga Desember 2008. Dimana program utang sebesar $ 141 juta USD, bertujuan untuk menghilangkan subsidi bahan bakar kepada rakyat.
Sehubungan dengan APBN, sebagaimana dapat disimak dalam rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2004 – 2009, pemerintah sejak semula sudah merencanakan untuk menekan volume subsidi dari 6,7 persen Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2004, menjadi hanya 0,3 persen PDB pada 2009. Artinya, penghapusan subsidi BBM memang sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari.
Dalam rangka itu, sudah sejak jauh-jauh hari pula, melalui penerbitan UU No. 22/2001 tentang minyak dan gas bumi, pemerintah berupaya agar harga BBM secara legal diserahkan ke mekanisme pasar. Artinya kebijakan menaikan harga BBM bukan sekedar merespon situasi ekonomi global belaka. Namun tidak lepas dari sistem ekonomi neoliberal yang dipraktekan oleh para “mafia barkeley”. Dimana diseluruh sendi kehidupan masyarakat akan di liberalisasi, diprivatisasi dan dideregulasi untuk memenuhi kebutuhan mekanisme pasar untuk kepentingan pemodal. Hal ini juga terjadi pada kebijakan listrik, air dan pertanian. Khusus migas maka tidak aneh bila pada kenaikan BBM Oktober 2005 kemudian diikuti dengan dibukanya tempat pengisian bahan bakar milik TNC, seperti Shell dan Petronas di Indonesia.
Sumber:

TOMCAT HANYA PENGALIHAN ISSU KENAIKAN HARGA BBM !!


Sebagai mahasiswa pertanian, saya sangat terkejut sekarang ini sedang heboh masalah tomcat. Berita ini terlalu diekspos secara berlebihan oleh media. Diberbagai headline media massa, berbagai chanel TV heboh dengan issu ini. Sebenarnya apakah tomcat itu?
Serangga tomcat adalah serangga genus Paederus. Ciri khas Paederus adalah memproduksi toksin yang disebut Paederin. Toksin teresbut menjadikan kulit terasa panas, gatal, meninggalkan bekas merah dikulit. Bebeapa media menyebutkan serangan tomcat membuat kulit melepuh seperti mengalami luka  bakar dan mngeluarkan cairah dan nanah. Hal ini sangat berseberangan dengan pengakuan para petani yang setiap hari biasa bekerja dengan tomcat. Serangga tersebut sering hinggap di badannya, namun dia biasa saja, tidak ada gejala apa-apa.
Para petani biasa memanggil tomcat dengan 'semut gede'.  Tomcat merupakan sahabat petani karena membantu mereka memberantas hama tanaman sayuran, yakni wereng. Hama jenis wereng beragam, ada wereng merah, putih, coklat, dan hitam. Bila tanaman atau sayuran sudah terkena hama ini, maka sayurang terancam mati. Soyid mengatakan, bila wereng terkena padi maka sudah dipastikan gagal panen. Dulu dia menanam sawi dan pakcoy, namun hama wereng sangat suka tumbuhan tersebut. Terbukti kan tomcat justru hero kita! (http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/12/03/26/m1hqdo-tomcat-adalah-sahabat-petani)
Pengalihan isu
Tidak ada yang patut diberitakan dari tomcat ini, paling hanya mengenai popupasinya yang semakin meningkat saja.  racun atau bahaya tomcat tidak seganas yang diberitakan saat ini, sehingga masyarakat hanya dibuat cemas seolah olah tomcat adalah binatang yang sangat berbahaya yang harus dibunuh. Padahal, pernahkah anda mendengar orang meninggal karena digigit tomcat? paling juga hanya gatal dan luka sebentar saja.
Bahkan pemerintah kabupaten Tulungagung menolak dengan tegas untuk membasmi serangga tomcat ini karena tomcat dinilai sangat membantu petani dalam membasmi hama wereng. Di Sukoharjo, Jateng juga setahun terakhir ini telah terjadi tiga kali serangan tomcat. Namun pemerintah daerah setempat melarang keras pembasmian hewan tersebut. Lho, lantas kenapa pemberitaan serangga tomcat menjadi headline di berbagai media cetak dan elektronik, kenapa beritanya mengalahkan isu yang lebih penting dan sensitif yaitu kenaikan bbm yang jelas jelas akan memiskinkan rakyat yang jelas sudah miskin. Jawabannya adalah berita ini hanyalah sebuah Pengalihan Isu.
Seperti diberitakan di http://www.jpnn.com/read/2012/03/26/121999/Demokrat-Garap-Isu-Tomcat- Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dalam acara Seminar Penanggulan Tomcat di DPP Partai Demokrat, Senin 26 Maret 2012. Beliau menyatakan harus ada kebijakan dan upaya nyata untuk mengatasi tomcat juga disikapi dengan aksi nyata. Bagaimana dengan kasus korupsi dikalangan partai demokrat pak? Apakah ada aksi nyata untuk mengatasi korupsi di Negara ini? Jelas lagi-lagi ini hanyalah sebuah Pengalihan Isu. Bagaimana beberapa kalangan tidak curiga, wabah tomcat tiba-tiba mencuat ditengah ramainya pemberitaan tentang rencana kenaikan harga BBM 1 april nanti.
Teori pengalihan isu
Dalam pengalihan isu ini pemerintah menggunakan jarum hipodermik yang berasumsi bahwa media merupakan suatu kekuatan yang luar biasa, sedangkan masyarakat dianggap tidak berdaya. Sehingga ketika masyarakat ditembak dengan berbagai informasi di media massa, masyarakat akan menerimanya tanpa filter. 
            Kita yakin, masyarakat kita saat ini sudah banyak yang memiliki kesadaran untuk tidak dibodohi! Tetap fokus dengan apa yang diharapkan yaitu kesejahteraan dan keadilan. Jangan langsung terima saja berita-berita yang tidak bertanggungjawab. Harus tetap fokus, kritis dan membutuhkan pengetahuan dan wawasan yang bisa didapatkan siapa saja. Mahasiswa sebagai agent of change adalah subjek yang tepat dalam perubahan sosial ini.
Lebay bin hoax
 foto diatas benar-benar buat saya murka errggghhh hoax abis sih! Foto yang  dimedia yang mengaku bahwa foto ini adalah foto korban tomcat, salah besar! Foto disamping ini bukan disebabkan oleh sengatan serangga tomcat melaikan terkena sengatan tumbuhan bernama Poison ivy.




Masalah tomcat tidak perlu diperpanjang. Serangga ini sudah ada sejak dulu. Serangga ini juga tidak lebih berbahaya dari nyamuk DBD dan Malaria. Gak pernah ada beritanya kan kalo tergigit serangga tomcat bisa mati. Pliss deh jangan manja. Kita sebagai bangsa yang cerdas jangan mau dikibulin sama isu serangga beginian. Teman saya bilang di solo serangga ini sudah sejak dulu ada dan tergigit pun seperti digigit semut biasa, terasa gatal, namun tetap jangan digaruk! That’s all! Itu aja.

Thursday, March 22, 2012 |

Reklamasi lahan bekas pertambangan batubara secara vegetatif dengan tanaman jarak pagar


This is my scientific paper in  achieving student selection in my faculty. Big hope it can be usefull for you :)

REKLAMASI LAHAN BEKAS PERTAMBANGAN BATUBARA DENGAN METODE VEGETASI MELALUI PENGEMBANGAN TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha Curcas Linn)
Studi Kasus di PT. Pancaran Surya Abadi, Kalimantan

Disusun oleh :
NURUL IRFANI
150110080086
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR
2012


I.          PENDAHULUAN 
1.1  Latar Belakang dan Perumusan Masalah

Dengan semakin majunya kemampuan manusia dalam mengelola alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, bukan mustahil akan terjadi kerusakan lingkungan. Jika hal ini tidak diimbangi dengan upaya untuk merestorasi ekosistem tersebut, dikhawatirkan lingkungan akan rusak dan banyak terjadi bencana alam yang kelak akan merugikan kehidupan manusia itu sendiri (Rahmawati, 2002).
Manusia merupakan penyebab utama terjadinya kerusakan lingkungan (ekosistem). Dengan semakin bertambahnya jumlah populasi manusia, kebutuhan hidupnya pun meningkat, akibatnya terjadi peningkatan permintaan akan lahan seperti di sektor pertanian dan pertambangan. Sejalan dengan hal tersebut dan dengan semakin hebatnya kemampuan teknologi untuk memodifikasi alam, maka manusialah yang merupakan faktor yang paling penting dan dominan dalam merestorasi ekosistem rusak (Suprapto, 2008).
Menurut Ridwan (2007), batubara merupakan salah satu sumberdaya energi yang dimiliki oleh Indonesia selain minyak bumi dan gas alam. Batubara sudah sejak lama digunakan, terutama untuk kegiatan produksi pada industri semen dan pembangkit listrik. Kegiatan pertambangan batubara menyebabkan kerusakan lingkungan, sehingga menyebabkan penurunan mutu lingkungan, berupa kerusakan ekosistem yang selanjutnya mengancam dan membahayakan kelangsungan hidup manusia itu sendiri. Akibat yang ditimbulkan antara lain kondisi fisik, kimia dan biologis tanah menjadi buruk, seperti contohnya lapisan tanah tidak berprofil, terjadi bulk density (pemadatan), kekurangan unsur hara yang penting, pH rendah, pencemaran oleh logam-logam berat pada lahan bekas tambang, serta penurunan populasi mikroba tanah. Untuk itu diperlukan adanya suatu kegiatan sebagai upaya pelestarian lingkungan agar tidak terjadi kerusakan lebih lanjut. Upaya tersebut dapat ditempuh dengan cara merehabilitasi ekosistem yang rusak. Dengan rehabilitasi tersebut diharapkan akan mampu memperbaiki ekosistem yang rusak sehingga dapat pulih, mendekati atau bahkan lebih baik dibandingkan kondisi semula (Rahmawaty, 2002).
Dampak negatif lain dari pertambangan batubara adalah potensi munculnya Air Asam Tambang (AAT) batubara. Hal ini sangat berdampak buruk bagi  lingkungan, yaitu; biotik, abiotik, dan sosial. Dampak biotik yaitu tumbuhan tidak dapat tumbuh subur atau bahkan mati. Ikan tidak dapat hidup di lingkungan dengan pH rendah. Abiotik, dapat mempercepat korosi pada peralatan tambang dapat mengurangi produktivitas kinerja alat. Dan dampak sosial yaitu air tidak dapat dipergunakan oleh masyarakat dan dapat menyebabkan penyakit, misalnya; diare, kerusakan pada gigi (Anonim, 2002).
Berkaitan dengan dampak negatif air asam tambang diperlukan perhatian mengingat hal tersebut berpotensi membahayakan lingkungan dan perlu upaya reklamasi untuk mengembalikan produktivitas lahan agar bisa lestari dan tidak menurun nilai ekonominya.
Menurut Suprapto (2008), Reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan memperbaiki atau menata kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan, agar dapat berfungsi dan berdaya guna sesuai peruntukannya. Kegiatan reklamasi ini menjadi sesuatu hal yang penting karena kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi lingkungan yang rusak pasca kegiatan pertambangan batubara.
Dalam pelaksanaan kegiatan reklamasi lahan bekas tambang batubara, sebuah kebijakan sangat perlu dibuat agar ada aturan yang jelas dan mengikat yang berisi pedoman-pedoman dalam melaksanakan kegiatan reklamasi lahan bekas tambang batubara sehingga dalam pelaksanaannya mewakili kepentingan semua pihak dan tidak ada satu pihakpun yang dirugikan. Salah satu regulasi yang mengatur mengenai kegiatan reklamasi lahan pasca kegiatan tambang ini antara lain terdapat di dalam Kepmen Energi dan Sumber daya Mineral No. 1453.K/29/MEM/2000 Lampiran VII berisi lengkap mengenai aturan dari pelaksanaan reklamasi lahan pasca tambang. Di dalam Lampiran VII kepmen ini berisi tentang pengertian dari reklamasi, pengertian dari perusahaan pertambangan, jaminan reklamasi (aturan jumlah dana jaminan dan biaya rencana reklamasi), rencana tahunan pengelolaan lingkungan oleh perusahaan tambang, perusahaan penjamin dana reklamasi. Di dalam aturan tersebut semua perusahaan tambang wajib melaksanakan kegiatan reklamasi. Perusahaan tidak diperbolehkan  melakukan kegiatan pertambangan sebelum memberikan dana jaminan reklamasi kepada pemerintah dalam hal ini diwakili oleh menteri/gubernur/Bupati/Walikota (Fajri).
 PT. Pancaran Surya Abadi merupakan perusahaan pertambangan batubara yang terletak di Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara, Propinsi Kalimantan Timur, dengan luas total areal tersebut adalah 1.017 Ha. Perusahaan tersebut akan melakukan kegiatan reklamasi dengan teknik remediasi dan revegetasi. Untuk mengetahui potensi bahaya air asam tambang batubara dilakukan analisis air asam batubara dengan bantuan perusahaan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) Geoteknologi. Hasilnya beberapa sampel berpotensi membentuk air asam tambang yang berdampak buruk bagi kerusakan lingkungan.
                Berdasarkan latar belakang, maka permasalahan yang dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut :
  •   Bagaimana gambaran tentang keadaan aktual lahan bekas pertambangan batubara di Kecamatan Muara Badak oleh Perusahaan PT. Pancaran Surya Abadi  dan bagaimana kemungkinan bahaya yang ditimbulkanya bagi lingkungan.
  •      Bagaimana gambaran pelaksanaan reklamasi lahan bekas pertambangan batubara melalui teknik vegetatif dengan penanaman tanaman jarak pagar (Jatropha Curcas Linn) di Kecamatan Muara Badak oleh Perusahaan PT. Pancaran Surya Abadi agar  dapat kembali lestari.

learn Failure



Apa sih maksudnya kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda? Sepertinya lebih mudah diucapkan tapi begitu sulit untuk dilakukan/dipercaya. Terlebih bagi saya yang baru saja mengalami kegagalan, satu dari sekian impian saya selama duduk dibangku kuliah ini. Yah seperti; gagal dalam meraih IPK Cum-Laude, gagal lulus S1 kurang dari 4 tahun, gagal dalam memimpin bidang organisasi yang saya minati, gagal memenangkan lomba penulian karya ilmiah tingkat fakultas, gagal dalam seleksi mawapres (mahasiswa berprestasi), dan semalaman ini saya menangis sejadi-jadinya karena saya berpikir jangan-jangan saya juga telah gagal membanggakan orang tua saya!

Menangis, merasa begitu menyesal, rendah diri, putus asa, tidak berani lagi bermimpi, pesimis, bahkan tidak lagi semangat dalam menjalani hari-hari setelahnya. Hampir saja saya turuti hawa nafsu saya ini untuk terus merasa terpuruk. Tapi Alhamdulillah, hati kecil saya mengatakan bahwa saya tidak kalah! Belum tentu mereka yang menang karena skor yang lebih tinggi benar-benar menang secara hakiki. Hakiki dalam arti dalam memberikan manfaat sebanyak-banyaknya karena dia terpilih sebagai mahasiswa berprestasi, karena sungguh begitu sayang ilmu dan otak yang dimilikinya jika dia belum berperan dalam masyarakat. Diingatkan juga salah satu dosen yang berbisik kesaya, bahwa yang terpenting adalah peran dalam masyarakat fan! buktiin kalo kamu bisa lebih baik dari mereka.

Tidak hanya itu, saya juga berpikir bahwa ujian kegagalan ini tidak ada apa-apanya dengan kegagalan dalam mendapat restu dan ridha Allah SWT dalam kehidupan saya didunia ini. Kegagalan ini mungkin juga merupakan rahasia terindah dari Allah SWT untuk saya mendapatkan sesuatu rezeki/nikmat yang terbaik untuk saya. God know the best, and we don’t.  

Belum lagi berkat blogwalking yang mencerahkan saya. Thomas Alfa Edison, sang pencipta lampu yang berhasil setelah melewati 2000 kegagalan selalu menjadi satu cerita abadi, bagaimana kegagalan selalu menghiasi keberhasilan!  Soichiro Honda, (http://indonesiaindonesia.com/f/70106-%80%A2-sejarah-h-o-n-d/ ) yang berhasil menjadi imperium otomotif dunia Honda, raja jalanan dunia, setelah melewati cobaan dan musibah yang luar biasa mulai dari kebakaran pabrik berkali-kali, dikeluarkan dari sekolah, berasal dari keluarga miskin dan tidak tampan, idenya selalu ditolak. Luar biasa, bagaimana pikirannya yang sangat positif bisa bangkit dari kegagalan itu dan bahkan bisa menghasilkan prestasi yang luar biasa! It’s make me believe now that kegagalan adalah kemenangan itu sendiri jika kita bisa memaknainya.  :)