Thursday, December 18, 2014 |

Yang harus dilakukan di usia 20 tahunan


      Ketika sudah berhasil mendapat pekerjaan dan menghasilkan uang di usia 20-an, kamu harus tahu bahwa tanpa sadar kamu berhasil bikin mereka yang sepuluh tahun lebih tua dari kamu merasa iri. Mereka iri dengan penampilanmu yang muda dan segar, mereka ingin punya kebugaran dan kesehatan seperti tubuhmu, mereka ingin berpikir seperti anak 20-an, dan mereka kagum melihat caramu bekerja meski belum punya banyak tanggungan. Terlepas dari keuanggulan di atas, kamu gak memiliki keunggulan yang tentunya dimiliki mereka yang berusia 30-an, yakni pengalaman. Mumpung kamu masih muda dan bersemangat bekerja di usia 20-an sepert saat ini, berikut beberapa hal soal keuangan yang harus kamu tahu agar gak menyesal di kemudian hari.
1. Jangan membeli barang hanya untuk pamer. Bagi orang yang melihatnya, barang-barang tersebut tidaklah semenawan yang kamu kira.
We buy things we don’t need; With money we don’t have; To impress people we don’t like; – Fight Club (1999)
Setelah menghasilkan uang sendiri, kamu jadi merasa berhak untuk menghabiskan uangmu ke benda-benda yang selama ini kamu impikan, “Aku banting tulang buat ini.” mungkin begitu pikirmu. Memang benar kamu berhak menghabiskan uang yang kamu hasikan namun dengan catatan, harus dibelanjakan dengan bijak. Pastikan kamu memenuhi kebutuhan terlebih dahulu dan menyisihkan sebagian buat tabungan sebelum memenuhi keinginanmu.

2. Pisahkan urusan pribadi dengan pekerjaan, kamu akan menyesal jika membiarkan pekerjaan menghantam kehidupan pribadimu. Dengan semangat yang masih menggebu-gebu, sangat mudah bagi profesional berusia 20-an untuk mengabaikan kehidupan pribadinya demi kesempurnaan dalam pekerjaan. Demi mengumpulkan uang, kamu bisa melupakan waktu berharga dengan keluarga. Demi mengejar karir yang cemerlang kamu menunda untuk memiliki ikatan emosional dengan pasangan. Jangankan untuk menikah, mencari pacar saja kamu enggan. Untuk sekarang, kamu bisa merasa baik-baik saja namun dalam 10 tahun ke depan kamu baru akan merasakan akibatnya. Bayangkan betapa kosongnya hidupmu nanti. Punya uang banyak tapi belum bisa membahagiakan orang tua, karena mereka merasa ‘jauh’ dari kamu. Punya banyak relasi dan rekan namun gak ada satu pun yang bisa dipanggil “teman”. Dikagumi dan dipuji banyak orang tapi kamu tetap merasa tidak lengkap tanpa kehadiran kasih sayang yang bisa mengisi kekosongan tersebut. Sebelum hal itu terjadi, temukan keseimbangan antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan. Mencari uang dengan keras itu boleh saja. Tapi jangan pernah lupa untuk juga mengisi hidupmu dengan cinta.

3. Selagi berada di usia muda nan produktif, kamu harus mengambil semua peluang yang ada di depan mata
Kesempatan selalu datang menghampirimu, tapi kesempatan yang persis sama jarang datang dua kali. Selagi masih muda dan berusia produktif, kenapa tidak mengambil segala kesempatan yang ada? Mulailah dengan mengambil kesempatan yang datang di kehidupan pribadimu. Manfaatkan waktu luang barang 2-3 hari untuk traveling, jangan cuma bergelung di kamar saja saat hari libur. Bawa kakimu menjelajahi setiap jengkal surga kecil di dunia selagi masih punya sumber daya. Dalam kacamata kesuksesan, kamu juga harus jeli dalam melihat peluang. Jangan biarkan peluang cuma numpang lewat di depan matamu tanpa ada usaha untuk menangkapnya sedikitpun. Jika ada peluang untuk berhenti dari pekerjaan kantoran untuk membuka usaha sendiri, kenapa gak dicoba bila kamu rasa pantas? Jika ada peluang untuk memulai perusahaan startup yang sesuai dengan hasratmu, maka mulai saja daripada terus-menerus menggeruti pekerjaan yang gak pernah kamu cintai. Dalam sepuluh tahun kamu akan sadar bahwa bukanlah kegagalan yang akan membuatmu kecewa, namun tidak mencoba ketika ada kesempatan adalah hal yang akan membuatmu paling menyesal.

4. Keuanganmu 10 tahun lagi bisa terbantu dengan perilaku hidup sehatmu saat ini. Ketahuilah bahwa gak selamanya makanan enak memberi pengaruh baik bagi tubuhmu dalam jangka panjang. Ketika muda dan punya banyak sumber untuk menambah wawasan soal kesehatan, mulailah untuk membatasi dan mengurangi makanan yang mengandung lemak jahat dan kolesterol tinggi, gula, dan bahan pengawet yang buruk bagi kesehatan. Jangan terlalu percaya jika ada yang menyebut makanan sehat harganya mahal, justru makan mahallah yang belum tentu sehat. Daripada mengorbankan tubuhmu untuk menikmati junk food, soda dan alkohol lebih baik kamu mulai mencari makan alternatif yang lebih menyehatkan seperti gado-gado, salad, buah-buahan dan air putih. Selain buruk bagi kesehatan, junk food dan kawan-kawan juga buruk bagi keuangan kamu sebab harganya gak bisa dibilang murah-murah amat. Masih banyak makanan lain yang lebih murah dan jauh lebih sehat jika dibandingkan dengan ayam goreng, burger, dan soda yang kamu konsumsi tersebut. Lebih baik mencegah datangnya penyakit daripada mengelurkan banyak unag untuk berobat bukan?

5. Pikirkan matang-matang sebelum memutuskan membeli rumah dan mobil. Membeli properti dan kendaraan adalah sebuah keputusan besar. Meskipun jumlahnya cuma satu, rumah kelak akan menjadi pos pengeluaran terbesar dalam hidupmu. Biaya perawatan berkala rumah tidaklah kecil. Belum lagi soal cicilan dan biaya pembangunannya yang harus membuatmu berdarah-darah dalam proses mewujudkan kediaman idamanmu.
Untuk pengeluaran sebesar itu udah sepatutnya kamu bersifat hati-hati dan tidak terburu-buru mengambil keputusan. Pastikan dulu apakah kamu akan membangun atau membeli rumah yang sudah jadi. Jika kamu berencana mencicil, pastikan pilihan KPR yang paling cocok buat kamu. Penting untuk tidak tergesa-gesa saat memiliki rumah, agar kamu terhindar dari perasaan kecewa. Terburu-buru membeli rumah bisa membuatmu lupa untuk memastikan bahwa daerahnya bebas dari gangguan bencana (banjir), aman dari tindak kriminal atau bangunan yang gak kokoh. Sebelum membeli rumah pastikan dulu apakah memang udah saatnya kamu membeli/mencicil, rumah harga berapa yang kamu sanggupi, bagaimana soal lingkungan dan keamanannya, apakah sesuai dengan kebutuhanmu? Begitu pula saat berpikir untuk membeli mobil, sebaiknya pikir-pikir dulu apakah kamu memang membutuhkannya, apakah bentrok dengan tagihan rumah dan jangan lupa menimbang apakah lebih baik uang untuk membeli mobil dialihkan sebagai biaya kuliah pasca-sarjana dan sebagainya.

6. Selalu dengarkan nasihat mengenai keuangan terutama nasihat yang datang dari ayah dan ibumu Karena mendengarkan gak ada salahnya, lagipula pada akhirnya toh keputusan tetap ada di tanganmu. Namun kamu harus memberi perhatian ekstra khusus untuk nasihat yang datang dari orang tua. Di usia 20-an mudah saja kamu masih bertingkah layaknya remaja puber: keras kepala dan memberontak. Tapi percayalah orang tuamu tahu lebih banyak soal mengelola uang daripada kamu.
Kebiasaan menabung yang selalu mereka tanamkan akan sangat berguna ketika kamu punya penghasilan sendiri. Jika kamu sering melihat orang tuamu menabung dalam bentuk investasi, mungkin kamu harus meniru langkah mereka dengan membeli emas atau, jika mencukupi, berinvestasilah pada tanah sekalian.
Akan tetapi pelajaran paling berharga yang bisa kamu ambil dari orang tua adalah kemampuan mereka mengelola keuangan keluarga, bagaimana memperoleh pemasukan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kalian, para anak-anaknya, tanpa mengabaikan kebutuhannya sendiri. Setidaknya pelajaran ini akan berguna ketika kamu memutuskan untuk berkeluarga nantinya.

7. Cara paling jitu untuk mengontrol pengeluaranmu adalah dengan mengontrol kebiasaan burukmu Semakin dewasa, seharusnya kamu bisa mengontrol kebiasaan yang sebenarnya gak bermanfaat bagi kesehatan dan keuanganmu. Jika kamu adalah perokok, kurangi lalu hentikan agar terhindar dari penyakit dan gak perlu lagi beli rokok tiap hari. Kalau biasanya olahraga tiga bulan sekali, jadikan tiga kali seminggu agar badanmu kian bugar dan terhindar dari penyakit. Yang terbiasa berhutang di usia muda, segera lunasi dan jangan berhutang lagi kalau kamu gak mau ditagih-tagih di kemudian hari. Dan ubah kebiasaan-kebiasaan buruk lain yang bisa bermanfaat bagi hidup dan keuanganmu di masa depan.
Mungkin hal-hal di atas kurang terdengar mengasiykkan, tapi begitulah rasanya menjadi dewasa. Hal-hal baik yang biasa kamu lakukan secara konsisten sejak usia muda akan membuat hidupmu lebih baik nantinya. Pelihara terus kebiasaan baik dan buang jauh-jauh kebiasan buruk demi gaya hidup yang sehat dan gak boros.

8. Pastikan kebutuhanmu tercukupi sebelum mengulurkan tangan bagi orang lain. Mungkin pernyataan di atas terdengar kikir, namun jangan terlalu naif untuk dengan mudahnya memberi bantuan finansial (hutang) kepada semua orang yang datang kepadamu. Ketika kelak kamu sudah punya penghasilan, bisa jadi teman dan sanak saudara datang padamu untuk meminta bantuan keuangan. Tentu menolong mereka tidak ada salahnya. Tapi sebelum meminjamkan uang, pastikan kamu udah memenuhi kebutuhan kamu sebelumnya. Pastikan juga kamu masih punya anggaran buat ditabung.
Hal yang harus kamu ingat saat memberikan pinjaman adalah lakukanlah selalu dengan keikhlasan. Jangan berekspektasi akan segera dikembalikan, jangan pula mengharapkan batuan yang serupa padamu di masa datang. Lakukanlah semua dengan niat membantu dan beribadah, maka tak akan ada rasa kesal dan dendam yang tertinggal di dirimu.

9. Di usia yang masih produktif ini kamu memang tidak akan merasa puas. Jadikan semangat ini sebagai amunisimu untuk makin bekerja keras. Tanpa memperdulikan kesuksesan yang sudah kamu peroleh dalam tiap tahap hidupmu, dengan sifat yang sangat manusiawi sekali, kamu gak akan pernah puas. Kamu selalu ingin lebih dan lebih lagi. Selama masih ada uang di dunia ini, manusia gak akan berhenti berusaha untuk mencarinya. Kepuasan yang kamu peroleh hanya akan menjadi bahan bakar baru untuk ambisi baru, target baru dan kesuksesan baru.
Oleh karena itu, bersungguh-sungguhlah untuk menjalani hidup yang bermanfaat dan menyenangkan. Jadikan usaha kerasmu di usia 20-an sebagai dasar untuk terus berkarya hingga badan dan pikiran gak lagi produktif. Pastikan usahamu bisa menjadi fondasi untuk kamu dan keluargamu kelak. Kamu gak bisa menjauhi diri dari pilihan yang salah, yang bisa kamu lakukan adalah berhati-hati dan mengambil pelajaran ketika terlanjur membuat kesalahan.

Selagi muda, produktif dan sehat di masa 20-an jalani hidupmu dengan bijak agar gak hidup dengan penuh penyesalan. Selamat menata hidup, semoga berhasil!