Tuesday, March 17, 2015 |

BPREDD+ Bubar, bagaimana Indonesia menghadapi perubahan iklim selanjutnya




Indonesia, negara yang terkenal akan kekayaan sumberdaya alamnya kini kondisinya memperihatinkan. Negara pemilik biodiversitas terbesar di dunia ini harus tercoreng prestasinya menjadi negara salah satu penyumbang emisi gas karbon terbesar di dunia. UN IPCC (United Nations Intergovernmental Panel on Climate Change/Panel Perubahan Iklim antar Pemerintah Perserikatan Bangsa-Bangsa) telah memperkirakan bahwa deforestasi dan degradasi hutan memberikan kontribusi global hingga mencapai 17 persen dari seluruh emisi gas rumah kaca yang berarti melebihi sektor transportasi dan peringkat ketiga setelah energi global (26%) dan sektor-sektor industri (19%). Lebih dari 60% dari emisi karbon di emisi karbon di Indonesia dihasilkan dari deforestasi dan lahan gambut.

Namun ternyata kasus pemanasan global ini tidak terlalu direspon positif oleh negara penyumbang emisi karbon terbesar di dunia karena emisi industrinya seperti Amerika Serikat dan China, mereka kuatir hal ini akan mengurangi pertumbuhan ekonomi mereka. Selain itu, Jepang membatalkan perjanjian Kyoto sebagai perjanjian untuk mengurangi emisi karbon yang merupakan penyebab utama perubahan iklim. Dan, Indonesia, Negara yang di segani dunia International yang berkomitmen tinggi untuk mengurangi emisi karbon dan memperbaiki degradasi dan deforestasi lingkungan penyebab perubahan iklim di era SBY, kini di era Jokowi tidak jelas komitmennya, karena pemerintah membubarkan BP Redd+ dan DNPI yang jelas melanggar perjanjian LoI dengan Pemerintah Norwegia.

Di era SBY telah lahir Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) yang merupakan langkah-langkah yang didesign untuk menggunakan insentif keuangan untuk mengurangai emisi dari gas rumah kaca dari deforestasi dan degradsi hutan. BPREDD juga merupakan suatu mekanisme global yang memberikan suatu kesempatan unik bagi negara-negara seperti Indonesia, yang memiliki wilayah hutan yang luas dan sedang menghadapi ancaman deforestasi. Skema REDD+ memberikan keuntungan luas bagi masyarakat, industri, pelestari lingkungan dan lain-lain, karena praktek yang diterapkan akan tetap memberikan akses pada pembangunan ekonomi untuk mengentaskan kemiskinan melalui pengelolaam hutan lestari. Mengapa harus dimulai dari pengurangan kerusakan hutan lestari. Mengapa harus dimulai dari pengurangan kerusakan hutan dan lahan gambut karena lebih dari 60% dari emisi karbon di Indonesia dihasilkan dari deforestasi dan lahan gambut. Peran BPREDD+ diantaranya adalah; mengurangai emisi gas karbon sebagai penyebab utama  perubahan iklim, melindungi hak-hak masyarakat hukum adat, kerjasama dengan pemerintah daerah dalam pengurangan pengrusakan hutan dan lahan gambut, mendapatkan dukungan International dalam mendanai usaha menghadapi perubahan iklim di Indonesia, mewujudkan pembangunan berkelanjutan demi Indonesia hijau. Mengenai kemajuan yang telah dicapai dan tanya jawab lainnya seputar BPREDD+ dapat dilihat disini.

Penjelasan BPREDD+ tidak diperlukan lagi, karena menurut Menteri LKH Ibu Siti Nurbaya agar tidak terjadi quasi government dengan LKH semoga bisa bekerja lebih efektif dalam mengatasi perubahan iklim di Indonesia. Upaya ini harus tetap optmis dilanjutkan. 

Jika memang keputusan pemerintah ini didasari oleh pertimbangan yg tepat, pemerintah harus membuktikan diri untuk berhasil dalam mengatasi degradasi  lingkungan, deforestasi hutan & lahan gambut, mengayomi masyarakat adat daerah disekitar hutan, yg merupakan fungsi dan peran utama lembaga BP ReDD+ dan DNPI. Komitmen perubahan iklim harus tetap membara tidak berkurang sedikit pun apalagi hilang akibat berbaurnya dengan kepentingan, fungsi, tugas & peran utama KLH. Jangan sampai Indonesia yang sangat diharapkan untuk menjaga kelestarian alamnya karena mempunyai salah satu hutan tropis didunia dan merupakan biodiversitas terbesar di dunia, komitmen tersebut hanya berjalan di tempat. Dampak perubahan iklim global merupakan raport buruk manusia yang tidak  mampu mengendalikan sifat egois nya untuk tetap bersifat adil bagi lingkungan. Aksi mengatasi perubahan iklim hanya di bibir saja.


Pesimis Aksi Perubahan Iklim

Pesimis aksi perubahan iklim , didasari oleh :
1. Amerika tidak memberikan partisipasi nya untuk mengurangi dampak perubahan iklim
 2. Jepang membatalkan perjanjian Kyoto sebagai perjanjian untuk mengurangi emisi karbon yg merupakan penyebab utama perubahan iklim
 3. Indonesia, Negara yang di segani dunia International yang berkomitmen tinggi untuk mengurangi emisi karbon dan memperbaiki degradasi dan deforestasi lingkungan penyebab perubahan iklim, kini tidak jelas komitmennya, karena pemerintah membubarkan BP Redd+ dan DNPI yang jelas melanggar perjanjian Loi dengan Pemerintah Norwegia

Jika memang keputusan pemerintah ini didasari oleh pertimbangan yg tepat, pemerintah harus membuktikan diri untuk berhasil dalam mengatasi degradasi  lingkungan, deforestasi hutan & lahan gambut, mengayomi masyarakat adat daerah disekitar hutan, yg merupakan fungsi dan peran utama lembaga BP ReDD+ dan DNPI. Komitmen perubahan iklim harus tetap membara tidak berkurang sedikit pun apalagi hilang akibat berbaurnya dengan kepentingan, fungsi, tugas & peran utama KLH. Jangan sampai Indonesia yang sangat diharapkan untuk menjaga kelestarian alamnya karena mempunyai salah satu hutan tropis didunia dan merupakan biodiversitas terbesar di dunia, komitmen tersebut hanya berjalan di tempat. Dampak perubahan iklim global merupakan raport buruk manusia yang tidak  mampu mengendalikan sifat egois nya untuk tetap bersifat adil bagi lingkungan. Aksi mengatasi perubahan iklim hanya di bibir saja
Tuesday, March 3, 2015 |

Kapal Wisata (Floating Boat) Sampit

 


Kota Sampit, terletak di Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Kota ini merupakan salah satu Kota tertua di Indonesia dan masih hangat di ingatan tentang kerusuhan Sampit yang merupakan kerusuhan paling tragis di Indonesia di tahun 2001 silam. Tapi, Kota Sampit terus membenahi diri untuk berkembang dan terbukti kini Kota Sampit semakin maju. 
       Potensi berkembang yang dilirik dari Kota ini, banyak nya lapangan pekerjaan khususnya di bidang perkebunan kelapa sawit, tersedia banyaknya peluang untuk berwirausaha, keunikan budaya, keindahan alamnya, keramahan orangnya, membuat saya dan masih banyak lagi orang yang berasal dari luar Kalimantan untuk merantau di Sampit. Tidak terasa 2 tahun lebih saya di Sampit, menikah dengan orang Sampit, berkarir dan membangun rumah tangga disini, bisa menjadi pilihan untuk orang seusia saya/paruh baya yang siap merintis masa depannya. Well, saya telah memenuhi impian saya untuk tidak berpenat-penat dengan macet, panas dan ramai nya Kota Jakarta. Di Sampit, sungguh menawarkan pengalaman berkembang yang akan keluar secara natural dari dalam dirimu, kamu bisa memaksimalkan potensi mu, dan kamu juga bisa menabung jauh lebih banyak daripada di Kota besar sana. Yuk ah merantau anak muda yang penuh energi :)
      Berikut saya kutip dari Brosur milik Departemen kebudayaan dan pariwisata Kota Sampit. Kapal Wisata/Floating Boat di Sampit begitu menggoda untuk dicoba oleh anda wisatawan sejati. Karena selain indah, kita juga dapat rekreasi budaya jika anda datang tepat saat mandi safar yang biasanya diadakan awal tahun, dan menariknya di tengah sungai mentaya ini kita bisa melihat tulisan "welcome in Sampit" yang populer itu. Wajib deh kalau anda sedang berkunjung ke Kalimantan untuk mampir kesini. Kuliner nya juga enak, menu ikannya yang populer. Dan tempat makan recommended saya adalah RM. Batu Mandi nya. Yuk ah tunggu apa lagi.

Kapal wisata yang unik dan nyaman ada di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Lokasinya strategis di jantung Kota Sampit yaitu di pasar PPM Sampit. Dibuat pada tahun 2007 oleh pemerintah daerah Kabupaten Kotawaringin Timur di bawah naungan Dinas Kebudayaan dan pariwisata. 
Kapal wisata ini selain dijadikan tempat refreshing oleh masyarakat lokal dan tamu dari mancanegara juga bisa untuk  menyusur mengitari sungi Mentaya sampai Desa Baamang Hulu sembari menikmati panorama alam, pada sore harinya sunset sangat indah sekali. 
Kapal ini bisa juga dijadikan tempat rapat dengan kapasitas 60 orang. Pada malam hari kapal wisata berubah fungsi sebagai tempat hiburan dengan live music dan minin cafe yang selalu siap dengan menu masakan Indonesia tentunya dengan taste yang nikmat. 
Selamat datang di Sampit dan Kapal wisata siap membawa anda. Menikmati kota Sampit melalui susur sungai sambil menikmati pemandangan sungai Mentaya yang teduh dengan alamnya yang rindang.


Travelling Rate :
1 kali berlayar   : Rp. 750.000,-
- Umum : Rp. 35.000,-/orang
- Mahasiswa : Rp. 25.000,-/orang
- Pelajar : Rp. 10.000,-/orang
Fasilitas Ruangan :
- Full AC
- Live music
- Internet
- Televisi
- Restaurant Indonesia menu
- Tempat duduk yang nyaman
- Water closed
- Fishing place

Note : oya, kalau berminat jalan-jalan di Sampit. Ajak-ajak aku ya, jangan lupa :) Sekali lagi, Welcome in Sampit !